Arsip Kategori: Peluang Usaha

STRATEGI MENDIRIKAN PERUSAHAAN DISTRIBUTOR BARU

Mendirikan distributor memang tidak mudah, tetapi bagi investor yang mengetahui caranya, maka mendirikan distributor sangat mudah. Oleh sebab itu tidak disangsikan lagi pendiri distributor ternyata dari berbagai latar belakang. Ada yang dari para pemilik toko grosir, professional IT, kontraktor bahkan seorang dokter memiliki usaha ini. Apa saja manfaat yang diterima seorang investor jika membuka distributor :

  • Profit
  • Support penuh dari principal/ produsen.
  • Mengurangi trial & error investor jika ke depan membuka pabrikan sendiri.
  • Manfaat social yaitu menyediakan lapangan kerja masyarakat sekitar.

Buku ini tidak saja mengupas berbagai manfaat seperti dimaksud di atas, tetapi menguraikan banyak hal pernak-pernik dan strategi mendirikan distributor baru, termasuk persiapannya, mulai lahir sampai mendapatkan profit. Untuk itu jangan lewatkan buku yang ada di tangan anda ini untuk tidak dibaca tuntas. Buku ini sangat cocok untuk investor, praktisi penjualan, manager penjualan, sales supervisor dan owner distributor dan generasi kedua sebagai penerusnya, serta para awam yang mempelajari distributorship management sehari-hari.

Spek Buku : Tebal 195 Hal, Book paper, harga Rp 50.000,-

Tersedia di Toko buku terdekat di kota anda.

TOKO SEBAGAI DISTRIBUTION CHANNEL

Toko sangat penting sebagai bagian dari pemasaran. Ini terlihat dari peran sertanya dalam menyerap sejumlah produk yang berasal dari berbagai perusahaan. Terutama untuk kategori produk-produk konsumsi yang penyalurannya menggunakan lembaga perantara sebelum produk itu sampai ke konsumen pemakai. Lembaga perantara itu antara lain adalah toko. Sayangnya selama ini perusahaan kurang memperhatikan toko sebagai bagian mata rantai saluran distribusinya. Perusahaan lebih mementingkan kerjasamanya dengan perusahaan distributor sebagai bagian penyalur “besar” yang menangani distribusi produk sampai konsumen. Begitu pula dalam pencapaian omzet penjualan, perusahaan jarang memberikan pelajaran atau mengedukasi toko sebagai bagian yang selama ini aktif menjual produk-produknya. Perusahaan lebih sibuk dengan menyusun sales force yang besar dan lebih senang menghambur-hamburkan dana yang nilainya sampai milyaran rupiah hanya untuk  kegiatan beriklan.

Pada akhirnya pemilik toko merespon dengan cara “cenderung” menjual produk-produk yang laku saja dibanding harus menjual produk yang kurang laku. Pemilik toko lebih  interes menanggapi salesman perusahaan yang menjual produk dengan cara konsinyasi dari pada membelinya dengan cara tunai. Pemilik toko juga lebih suka bereaksi pada program-program yang diadakan perusahaan, seperti  disply contest berhadiah, diskon potongan yang besar dan pemberian hadiah untuk pembelian sejumlah barang tertentu. Namun semuanya tidak akan memberikan pelajaran  berarti pada pemilik toko untuk mengelola tokonya lebih baik.

 Kenyataan yang ada, toko-toko yang semula adalah harapan bagi perusahaan sebagai outlet untuk penyebaran produknya, berguguran satu-satu karena tidak dikelola dengan baik oleh pemiliknya. Tugas dan tanggung jawab yang berat agar omzet perusahaan tetap stabil adalah mengedukasi pemilik toko, dengan cara memberi pengetahuan pada salesman mengenai “Tata cara mengelola toko yang baik” yang terdiri dari antara lain adalah: tepat bila berjanji, memiliki pelayanan yang baik, mencari barang murah, pandai memanfaatkan sumber dana, tidak lupa dengan pembukuan, menyimpan arsip tagihan, menyimpan alamat dan nomer telpon perusahaan, menyimpan daftar harga, memperhatikan barang yang dikembalikan dan mengarsipkan, memanfaatkan buku cek dan bilyet giro, menyediakan uang tunai dan membina hubungan dengan perusahaan. Inilah sebuah kombinasi menjual produk dan pembinaan kepada toko yang jarang dilakukan oleh salesman-salesman perusahaan manapun.

Seperti yang saya kutip dari The Strategic Marketing Plus 2000 Conceptual Frame work-nya Hermawan Kartajaya, bahwa:  “Pada gilirannya pelanggan yang puas akan meneruskan hubungan dengan karyawan (Salesman-pen) yang memuaskannya, sekaligus memberikan laba jangka panjang kepada pemilik perusahaan. Sebab pelanggan yang puas akan melakukan pembelian ulang dan memberikan rekomendasi pada orang lain untuk membeli dari perusahaan bersangkutan.” Ini berarti di dalam persaingan yang sudah tidak terlihat lagi perusahaan harus menjaga kepuasan seorang pelanggan secara terus-menerus, yang pada akhirnya seorang pelanggan bukan saja sebagai “obyek” tetapi akan menjadi partner dalam suatu usaha. Inilah konsep mendatang untuk perusahaan-perusahaan yang telah mengutamakan partnersip dalam usahanya.

Selain itu menurut Philip Kotler yang saya kutip secara bebas bahwa  lembaga perantara, di dalam hal ini toko, merupakan bagian mata rantai yang tidak mungkin dipisahkan dalam rangkaian sebuah saluran distribusi, terutama untuk produk konsumsi atau produk untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga memberdayakan toko agar menjadi  lestari sebagai outlet kegiatan pemasaran suatu perusahaan, secara tidak langsung harus dipikirkan. Inilah terobosan baru yang harus menjadi pertimbangan, mengingat kini toko yang telah berkembang pesat dan dikelola dengan baik tidak saja berperan sebagai toko yang melayani konsumen langsung, tetapi telah ikut mendistribusikan produk-produk yang berasal dari suatu perusahaan. Misalnya, Alfa Retailindo selain melayani konsumen secara langsung juga melayani pelanggan (Toko) lain yang berada diluar lingkungan usahanya. Indomaret  membuka cabang dengan jumlah puluhan toko Mini market di tiap kota secara agresif yang tersebar di seluruh penjuru kota-kota di tanah air. Hal itu dilakukan tak lain adalah untuk menjual produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang termasuk dalam groupnya. Indo grosir, Makro, Matahari dan Hero adalah perwujudan pengelolaan toko yang telah dikembangkan untuk melayani konsumen lebih serius.

Tidak itu saja, sampai-sampai Hari Darmawan, Founding Father & Honorary Chairman Matahari Group mendirikan sekolah bagi pengembangan toko bernama Retail Business Institute berkerja sama dengan Australian Institute of Management, Babson College( AS) dan IGDS(Swiss), sebagai wujud untuk memberdayakan toko sebagai bagian mata rantai saluran distribusi produk-produk perusahaan. Hari Darmawan sendiri menurut pernyataannya sangat khawatir dengan pelanjut bisnisnya dan sampai hari ini mungkin sudah sekitar 200 lembar sertifikat dikeluarkan untuk pebisnis (pemilik toko) yang telah mengikuti pelatihan. Alamat lengkap sekolahnya dapat dihubungi di RBI, Jl. Pondok Pinang Centre Blok C-38 Lt.1, Jl. Ciputat Raya, Jakarta selatan 12310.

Selain toko menjadi tanggung jawab perusahaan dalam memberikan arahan bagaimana mengelolanya dengan baik, pemilik toko itu sendiri adalah “kunci penting” dalam mensukseskan toko yang dikelolanya. Dengan tidak bermaksud merendahkan bahwa toko adalah usaha yang berada di bawah tingkat perusahaan pemasoknya,  toko yang solid yang tersebar dimana-mana menjadi kekuatan penting dalam menjalankan distribusi sebuah produk. Oleh sebab itu kalau bisa saya rumuskan, pertama, upaya memberdayakan toko agar  si owner memiliki pengetahuan mengenai tata cara mengelola toko yang baik adalah tanggung jawab perusahaan, dan dalam hal ini yang melaksanakan adalah salesman yang bersentuhan langsung dengan pelanggannya, serta pemilik toko itu sendiri “menjadi kunci” dalam usahanya untuk melestarikan toko sebagai sumber nafkah bagi keluarga.

Ke dua, pemilik toko yang telah berkembang baik selayaknya melakukan pemasaran yang agresif untuk mendapatkan omzet yang maksimal sehingga dipenuhinya target pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Caranya bisa menggunakan  apa yang telah dilakukan oleh pendahulunya yaitu toko-toko modern seperti: Alfa retailindo, Indomaret, Indogrosir  atau Makro.

Ke tiga, bila disangkutpautkan sulitnya membangun ekonomi kerakyatan maka kini saatnya memberdayakan toko sebagai cikal bakal usaha yang kelak besar menjadi sebuah usaha supplier. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh kebanyakan etnis Tionghoa mengembangkan tokonya ke arah home industri, atau industri-industri export. Kini juga telah menjadi trend setter membuka factory outlet sebagai perwujudan melayani konsumen secara langsung dengan harga yang paling murah.

Ke empat, memberdayakan toko itu memiliki tujuan antara lain: sebagai sarana perusahaan mendistribusikan produk-produknya,  mengajak toko untuk berintraksi secara teratur dengan perusahaan dan menjaga produk dari kerusakan dan bekerja sama untuk memasarkan produk lebih intensif.

Pada akhirnya toko menjadi sangat penting bagi kegiatan perusahaan selain kegiatan-kegiatan lain seperti beriklan, menetapkan harga, menentukan saluran distribusi yang tepat (memilih agen tunggal atau toko retailer- pen), dan merancang produk yang dihasilkan sedemikian rupa sesuai selera konsumen. Dengan demikian tidak dapat dihindari lagi bahwa hubungan antara toko dan perusahaan yang harmonis akan menjadi senjata pamungkas dalam tujuan pemasaran suatu produk, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka pajang, semua itu akan terus berlanjut!@@

STRATEGY DISTRIBUTION CHANNEL

Di dalam praktek distribusi prinsipal, produk konsumsi secara umum didistribusikan dari produsen ke konsumen melalui berbagai pilihan saluran distribusi. Pilihan pertama yaitu dari produsen ke distributor ke sub distributor kemudian ke agen  berlanjut ke pengecer dan terakhir ke konsumen. Pilihan ke dua yaitu dari produsen  ke  distributor berlanjut ke agen atau grosir kemudian ke pengecer dan terakhir ke konsumen langsung. Ketiga yakni dari produsen ke agen kemudian ke pengecer dan konsumen. Kelima adalah dari produsen langsung ke konsumen pemakai akhir.

Pada produk konsumsi kelompok produk lokal acap kali menggunakan saluran distribusi yaitu dari produsen ke distributor dan konsumen secara langsung. Meskipun tidak jarang juga menggunakan saluran distribusi secara campuran melalui pilihan kelima poin di atas dengan cara mengkombinasikan. Begitu pula dengan produk asing yang masuk ke Indonesia akan memilih saluran distribusi  sesuai dengan pilihan poin-poin di atas.

Beberapa perusahaan lebih fix menciptakan distribusi untuk produk-produknya, yaitu dengan memilih distributor yang secara otonomi penuh dapat mendistribusikan produk-produknya. Atau principal mendirikan distributor tunggal sendiri di kota besar propinsi untuk mendistribusikan produk-produknya. Sesuai dengan sifat produk konsumsi, bahwa produk akan selalu digunakan oleh konsumen setiap hari sehingga keadaan ini menjadi keterbatasan bagi distributor tunggal. Pertama, distributor tunggal yang diciptakan principal tidak dapat mendistribusikan produknya secara merata memenuhi outlet yang ada sehingga searching time produk begitu panjang, dan akibatnya produk mengalami ancaman digantikan oleh produk komplementer. Kedua, mahalnya biaya operational distributor tunggal yang memiliki area cover cukup luas sehingga beban cost distribusi dapat mengganggu bahkan mengurangi profit  principal itu sendiri.

Ketiga, adanya mitos lama yang menganggap produk fast moving hanya cukup didistribusikan oleh distributor tunggal dengan asumsi bukan produk yang mencari konsumen tetapi konsumenlah yang mencari produk. Sehingga mitos ini akan menjadi pembunuh produk itu sendiri sebab dalam persaingan yang begitu sengit banyak sekali  produk komplementer yang hadir dengan berbagai strategi yang dimilikinya. Keempat, adanya konflik berkepanjangan antara principal dan distributor yang menyebabkan  putusnya kerja sama antara keduanya. Efeknya distribusi produk untuk sementara waktu terhenti dan sebagai konsekuensinya principal harus menanggung resiko akibat produk komplementer yang ditawarkan perusahaan lain secara agresif.

  Sebagai akibat pendistribusian dengan gaya lama maka searching time tidak efektif, cost operational  distributor tunggal tinggi kemudian mitos lama bisa menjadi pengganggu, dan konflik antara distributor dan principal yang berkelanjutan menyebabkan produk principal tidak dapat bersaing dalam kancah peperangan produk yang sama. Ujung-ujungnya perusahaan dalam ancaman serius sehingga untuk mengatasi semua itu manager distribusi membutuhkan solusi.

Ada salah satu sistem distribusi yang cukup berhasil digunakan oleh salah satu perusahaan multinasional di Indonesia.  Salah satu sistem tersebut adalah sistem distribusi baru yang lebih dikenal dengan NDS (New Distribution System). Distribusi baru ini akan mengubah cara-cara lama diatas dengan cara-cara baru yaitu principal tidak lagi mengandalkan satu atau dua distributor untuk area cover yang sangat luas. Karenanya NDS lebih identik dengan penggunaan multi distributor. Dengan mekanisme seperti ini: Principal mengangkat secara legal distributor di kota-kota besar potensial di seluruh tanah air dengan cara kerja sama dalam kurun waktu tertentu. Kontrak kerja sama tersebut akan dilanjutkan jika distributor memiliki kriteria sebagai distributor yang: mendapat profit, mendistribusikan produk dengan penyebaran cukup baik, melakukan pengembangan area cover dengan cara menambah salesman dan armada deliveri, mematuhi sila-sila yang telah ditetapkan oleh principal seperti tidak melakukan border crossing dan menjamin keamanan finansial melalui bank garansi. Dalam perkembangannya principal terus menambah distributor untuk area cover yang sudah tidak dapat ditangani oleh distributor binaannya.

Pada NDS distributor yang telah dipilih sebagai mitra kerja, bersama-sama dengan principal selain untuk meningkatkan profit juga membantu principal untuk meraih tujuan-tujuan tertentu seperti: melakukan pengembangan produk, pengembangan outlet, dan mencapai target penjualan. Dalam kegiatan ini principal juga menunjuk seorang Teritori Sales Representative (TSR) untuk membantu terlaksananya tujuan-tujuan perusahaan yang terfokus sebagai konsultan bagi distributor.

Ada beberapa keunggulan NDS dibandingkan dengan menggunakan distributor lama. Pertama, produk principal akan terdistribusi lebih tajam sampai ke ceruk-ceruk  (nich market) yang paling dalam. NDS juga memiliki berbagai program distribusi yang telah diuji antara lain sales blitz, SPG (sales promotion girl), MD (merchandizer), team motor, kanvas dan salesman taking order. Kedua, adanya NDS dapat mengurangi konflik yang terjadi antara principal dengan distributor, meskipun jika terjadi salah satu distributor mengundurkan diri, distributor yang berdekatan dapat melakukan cover area untuk sementara waktu. Ketiga, biaya distribusi lebih hemat dibanding harus menggunakan distributor tunggal, sebab semua biaya-biaya telah ditanggung oleh distributor sementara itu principal cukup memberikan batasan margin. Keempat, multi distributor menjamin tercovernya seluruh area jika dihubungkan dengan program iklan di telivisi. Artinya kecepatan distribusi dapat mengimbangi spesial efek yang ditimbulkan oleh iklan tersebut. Searching time produk lebih baik karena produk tersedia dimana-mana.

Menilik beberapa keunggulan tersebut di atas, NDS akan menjadi pilihan produsen dalam menyalurkan produknya sehingga produk tidak saja dapat didistribusikan ke saluran distribusi sesuai harapan. Tetapi mendistribusikan produk menggunakan NDS ini dapat mendukung semua kegiatan pemasaran yang berhubungan dengan growth produk sehingga dapat meraih target penjualan yang diinginkan. Walau secara sederhana sejatinya pemilihan saluran distribusi secara singkat dan sederhana tidak berbeda jauh dengan konsep C.Glenn Walters yang mengatakan “Saluran distribusi merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai pada pemakai” namun kini konsep tersebut tidak lagi menjadi sederhana dengan adanya persaingan yang kian hari kian ketat. Dan NDS muncul sebagai bagian teknik mendistribusikan produk dengan cara yang lebih detail, lebih tajam dan lebih mengutamakan penyebaran produk sebagai komponen keunggulan bersaing, yang tentu saja yang berhubungan dengan searching time produk.

Sayangnya NDS di Indonesia terbilang baru namun perusahaan seperti Unilever dan PT. Sinar Antjol telah menggunakannya. Bahkan PT. Sinar Antjol dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini dapat menaikan omzetnya rata-rata global dalam kisaran 150%. Karenanya pada persaingan yang semakin sengit untuk masa mendatang, diperlukan kreatifitas setiap produsen dalam menyalurkan produknya. Menggunakan cara-cara lama ataupun menggunakan cara baru, semua itu tergantung dari produk, kemampuan finansial perusahaan dan kondisi persaingan yang setiap saat mengalami perubahan.

STRATEGI MENINGKATKAN PENJUALAN MELALUI MULTY DISTRIBUTION CHANNEL

Problem utama pemasaran adalah bagaimana memasarkan produk perusahaan secara luas. Sementara itu untuk melakukan hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Seperti yang diketahui, bahwa  Negara Indonesi adalah Negara kepulauan yang memiliki hambatan di bidang transportasi. Oleh sebab itu akhirnya hal ini menyurutkan keinginan produsen untuk berekspansi ke seluruh wilayah Indonesia. Ia akhirnya hanya mengerjakan sales territory yang terbatas, padahal agar meningkat penjualannya harusnya produsen menggali kemampuan penjualan untuk wilayah lain yang tidak dijamahnya.

Bagi produsen yang memiliki tekad memasarkan produknya secara luas, memiliki solusi untuk ini, yaitu membuka kantor cabang di kota-kota potensial di Indonesia. Tetapi dalam praktek untuk membuat kantor cabang tidak semudah membalikan telapak tangan, tetapi membutuhkan usaha-usaha yang sangat keras dan persiapan yang matang. Seperti sistem operasional, pimpinan cabang, infrastruktur kantor cabang, perijinan, SDM pelangkap serta lainnya. Dan tentu saja hal ini tidak mudah disusun begitu saja. Kendala yang utama sering muncul adalah tidak adanya pimpinan cabang yang akan mengoperasikan kantor cabang secara profesional oleh sebab sangat langkahnya SDM ini. Bahkan perusahaan untuk menyiapkan pegembangan usahanya, melakukan dengan banyak cara antara lain adalah membuat department management trainee, tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan. Para calon kepala cabang yang dididik mulai dari nol ini seringkali ingkar janji dan mereka suka menolak tugas yang diberikan oleh perusahaan. Mendingan mereka membayar denda pembelajaran yang diberikan perusahaan, dan kemudian hengkang ke perusahaan competitor. Inilah kerugian produsen yang menyiapkan SDM pimpinan cabangnya. Akhirnya program pembukaan kantor cabang terhambat, hasilnya pengembangan pemasaran produk bergerak melambat.

Dari kasus diatas, ternyata masih sedikit perusahaan yang mengetahui solusi yang sangat tepat dan sangat effectif yang sudah dilakukan beberapa perusahaan multinasional maupun local. Mereka dengan cepat melejit tanpa harus pusing-pusing bagaimana menyiapkan kantor cabangnya di seluruh Indonesia. Siapa mereka-mereka itu? Antara lain adalah : Unilever, Nestle, Kraf, PT Sinar Antjol, Kimberly, Wing surya, Johnson & son, Cusson Indonesia, PT. Softex Indonesia, Mayora, serta banyak lainnya. Strategi apakah yang dibangun oleh mereka untuk memasarkan produknya ke seluruh wilayah Indonesia? Salah satu strategi yang dibangunnya adalah strategi MULTY DISTRIBUTION CHANNEL.

Aplikasi MULTY DISTRIBUTION CHANNEL ini memang diawal sangat rumit. Persoalannya harus mencari mitra yang ada di seluruh kota potensial sesuai peta penjualan yang sudah dibuat oleh produsen. Tetapi jika sudah ditemukan dan jalan, maka metode ini dapat “melipatgandakan penjualan” berkali lipat dibanding menggunakan cara membuka kantor cabang. Selain hal ini apa saja manfaat lain yang diterima produsen jika menggunakan MULTY DISTRIBUTION CHANNEL,  manfaat tersebut antara lain :

  • Produk produsen dapat disebarkan secara merata oleh distributor sesuai dengan sales territory yang ditentukan oleh produsen.
  • Sistem pembayaran ke produsen sudah diatur menggunakan MOU, dan secara legal distributor telah menjadi mitra utama, sebab distributor akan menyerahkan bank garansi sebagai jaminan.
  • Aplikasi program promosi dapat dipantau dengan baik sebab produsen mengirimkan SDM representatifnya yang turut membantu pengelolaan management distribusi.
  • Program promosi a bove the line pusat terkoneksi dengan baik sebab distributor akan mendukung pendistribusian produk hingga ke pelosok-pelosok sehingga efektifitas iklan akan memudahkan transaski penjualan.
  • Oleh karena kinerja distributor terpantau, dan komitmen dalam pendistribusian produk, maka tingkat persaingan yang sangat kompetitif dapat diimbangi dengan baik oleh produsen.
  • Secara jelas dengan adanya mitra kerja distributor, produk produsen tidak akan kosong di toko-toko sebab produsen telah menggunakan IT dalam bentuk software yang bisa memantau sampai dengan inventory produk di distributor. Persediaan barang di distributor sangat terjamin sehingga mengurangi kekosongan tersebut.

Di bawah ini terdapat perbandingan jika mendirikan kantor cabang dengan kalau bekerja sama dengan para distributor local.

KANTOR CABANG KETERANGAN DISTRIBUTOR KETERANGAN
Kantor Investasi Kantor Sudah ada
Gudang Investasi Gudang Sudah ada
Armda Delivery Investasi Armada Delivery Sudah ada
Staf Admin Penjualan Rekrutment Staf Admin Penjualan Sudah ada
Staf Accounting Rekrutment Staf Accounting Sudah ada
Ka & staf Logistik Rekrutment Ka & staf Logistik Sudah ada
Sales force Rekrutment Sales Force Sudah ada
Sales supervisor Rekrutment Sales supervisor Sudah ada
Kepala cabang Rekrutment Manager operasional Sudah ada
Support IT Investasi Support IT Sudah ada
Peralatan kantor Investasi Peralatan kantor Sudah ada
Pelanggan Mencari Pelanggan Sudah ada

 

Jika membandingkan pada table diatas, sudah bisa dihitung secara kasar mendirikan kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia, produsen akan mengeluarkan biaya investasi yang cukup besar. Sangat berbeda sekali jika produsen bekerja sama dengan para distributor local yang ada di tanah air. Maka produsen dalam waktu singkat akan bisa mengoperasikan program pemasarannya ke seluruh Indonesia. Seperti yang diketahui prasarana dan sarana distributor dalam memasarkan produk sudah siap sedia. Dengan beberapa manfaat keuangan antara lain:

  • Piutang penjualan produsen dapat dikontrol dengan baik, sebab piutang penjualan hanya antar produsen dengan distributor. Sangat berbeda jika harus mendirikan kantor cabang, piutang penjualan produsen tersebar sesuai dengan peta wilayah kantor cabangnya.
  • Keamanan pembayaran lebih aman menggunakan distributor dibanding dengan menggunakan kantor cabang. Apabila pengontrolan piutang penjualan sangat lemah, maka resiko piutang bad debt di kantor cabang akan meningkat. Hal ini merupakan kerugian produsen.

Manfaat lainnya di biaya operasional jika bekerja sama dengan distributor local dibanding mendirikan kantor cabang, antara lain:

  • Produsen akan mengeluarkan biaya operasional yang cukup besar jika menggunakan kantor cabang. Misalnya biaya gaji SDM, biaya bahan bakar, biaya uang makan, biaya ATK, serta biaya kebutuhan SDM pemasaran lainnya. Berbeda kalau bekerja sama dengan Distributor, produsen tidak mengeluarkan biaya tersebut, hanya diskon lebih besar dari normal saja yang dikeluarkan oleh produsen.
  • Biaya operasional yang cukup besar ini juga karena besarnya SDM yang dimiliki di setiap kantor cabang. Selain biaya yang besar, pengelolaan SDM ini cukup rumit. Selain itu di jangka panjang produsen harus siap dengan pesangon jika SDM di-PHK.

Nah, setelah mengetahui hal ini tentunya perlu dipertimbangkan, bahwa untuk meningkatkan penjualan memerlukan strategi yang cukup mantap. MULTY DISTRIBUTION CHANNEL adalah jawaban yang SMART. Untuk mendapatkan perbandingan dan referensi bacaan yang sesuai maka baca buku : DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT & WINNING IN THE BATTLE WITH DISTRIBUTION STRATEGY karya Frans M. Royan. Atau akses www.groedu.com. Sedangkan untuk set up Channel of distribution, anda memerlukan pakar di bidang ini untuk membantu. Fase dalam konsultasi set up channel distribution ada 5 fase, yang semuanya mengacu pada ISO 9001 : 2008. Silahkan hubungi : 0818521172, atau akses www.groedu.com. Semoga berhasil!

FACE BOOK ALAT PROMOSI MURAH MERIAH

Siapapun yang memiliki usaha ingin penjualannya berlipat-lipat banyaknya. Namun dalam mencapai hal ini sering diasumsikan bahwa beriklan di telivisi bisa melipatgandakan penjualan. Ada yang mengatakan hal ini benar dan ada yang mengatakan tidak. Kalau kita melihat keseharian anak kita, atau kita sendiri ketika nonton telivisi, maka kebiasaan merubah channel telivisi sebenarnya merupakan kerugian besar bagi perusahaan-perusahaan yang masih percaya bahwa iklan memiliki efek dahsyat pada penjualan.

            Pada era dimana telivisi semakin banyak jumlahnya, semakin tipis efek iklan telivisi dalam penjualan. Sangat berbeda sekali ketika era TVRI dan telivisi masih hitam putih, iklan di telivisi tetap akan ditonton oleh masyarakat.  Oleh sebab itu beberapa perusahaan mulai mengurangi budget iklan di telivisi dan mengalihkan ke promosi-promosi yang efektif, berdaya guna dan berhasil guna. Meskipun tetap beriklan, perusahaan juga menggunakan cara lain untuk melakukan promosi. Seperti perusahaan sudah mulai mengalihkan sebagian dana promosi untuk kegiatan CSR (Customer social responsibility) dengan cara membuat pelatihan atau pembinaan terhadap lingkungan sekitar. Misalnya memberikan modal dan mengajar masyarakat sekitar untuk berwirausaha. Promosi apa yang didapat dari kegiatan ini? Tentunya promosi dari mulut-ke mulut.  Masyarakat akan menceritakan berbagai pengalaman selama menjadi binaan perusahaan.

            Selain itu perusahaan membuat promosi yang berhubungan dengan customer langsung, seperti memberikan gift untuk pembelian tertentu yang dinamakan consumer promotion. Perusahaan juga memberikan reward tertentu kepada pedagang perantara yang disebut dengan trade promotion. Selain consumer promotion, perusahaan mulai menyentuh hati konsumen dengan berbagai kegiatan seperti memberikan hadiah ulang tahun, membuatkan kartu nama berlogo perusahaan, mengundang mereka untuk gathering atau visit in factory.  Berbagai kegiatan akan dilangsungkan untuk memanjakan konsumen secara langsung. Promosi apa yang diperoleh, selain konsumen memiliki pengalaman yang cukup positif tentang perusahaan, tentunya promosi dari mulut ke mulut sangat diharapkan perusahaan.

            Di atas adalah promosi yang dilakukan oleh perusahaan kepada konsumen atau para pedagang. Nah, sekarang bagaimana agar para pengusaha kecil tingkat pedagang itu bisa menjual berlipat-lipat? Salah satunya adalah promosi murah meriah dan efektif. Para pemilik usaha kecil bisa membuat brosur, poster, kartu nama, atau beriklan secara gratis dengan menggunakan jejaring sosial melalui face books atau twiter ataupun blog. Banyak cara promosi murah meriah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Pemilik usaha kecil bisa memuat berita atau event di toko atau show roomnya. Misalnya sedang mengadakan diskon 20%, atau setiap pembelian tertentu mendapatkan hadiah barang sejumlah 1 pieces. Nah, media yang bisa diberdayakan adalah brosur, poster atau menggunakan face book dan twitter.

            Promosi sebenarnya tidak perlu mahal, meskipun murah tetapi efektif akan menjadi pilihan. Kadang seperti yang tidak terduga bahwa perusahaan pemasok yang kelebihan dana promosi, tentunya akan membantu para pedagang untuk melakukan promosi. Supermarket besar seperti Carrefour, tentunya telah biasa menggunakan budget promosi yang diberikan oleh perusahaan. Oleh sebab  itu mengapa mereka tidak henti-hentinya membuat brosur, iklan di surat kabar bahkan membuat baliho besar-besar. Nah, semua biaya itu dari mana? Tentunya dari para produsen pemasoknya yang memiliki budget untuk membantunya.

            Jadi, program promosi bisa murah meriah dan efektif tergantung pilihannya. Kalau supermarket tentunya bisa mencari sumber dana untuk membuat promosi dari pemasoknya. Sedangkan pedagang tradisional bisa memanfaatkan dana dari kantong sendiri dengan media yang murah seperti brosur, kartu nama dan poster atau jejaring sosial face book dan twitter. Bagaimana dengan efeknya? Dibanding dengan biaya yang dikeluarkan tentunya alat promosi tersebut diatas masih relevan memiliki dampak. Pemilik toko dengan menggunakan brosur bisa mendapatkan konsumen-konsumen baru untuk usahanya. Begitu pula penggunaan face book dan twitter menjadi trend baru dalam melakukan promosi dan menjaring konsumen! Apakah anda sudah mencoba? Somoga sukses!**

DISTRIBUTION CHANNEL YANG DILUPAKAN

Distribution Channel paling akhir pada pemasaran produk adalah pengecer. Sayang para pengecer tersebut akhir-akhir ini, selain mulai banyak bermunculan, tetapi juga banyak yang tutup karena bangkrut. Persoalannya distribution channel ini para pengelolanya kurang memahami management yang baik mengelola toko miliknya, apalagi ditengah maraknya hadirnya ritel modern waralaba seperti Alfamart, Indomart, Cyrcle K, serta lainnya, membuat toko pengecer itu semakin redup sebagai saluran distribusi. Mereka mulai tidak profit dan ditinggalkan oleh konsumen karena tidak mau berbenah.

Kini hadir satu buku yang mengupas tuntas tentang toko pengecer tersebut agar bertahan dengan mendapatkan profit yang maksimal di tengah gempuran ritel modern yang semakin merajalela. Buku sederhana tersebut burjudul ” Toko Anda Ingin untung berlipat ganda, baca buku ini!” isinya mengupas antara lain :

  • Perhatikan space toko anda dan berdayakan space tersebut untuk disewakan ke supplier.
  • Perhatikan info-info harga baru sebagai peletik keuntungan berganda.
  • Perhatikan upaya-upaya promosi berbiaya murah agar toko anda dikunjungi konsumen.
  • Perhatikan upaya-upaya kerja sama dengan supplier sebagai sumber pemberi keuntungan.
  • Perhatikan wajah toko agar tetap dikunjungi konsumen.
  • Serta lainnya di kupas tuntas di buku tersebut diatas.

Buku ini selain ditujukan untuk pemilik toko, juga praktisi dari berbagai produk seperti FMCG (fast moving consumer good) serta lainnya yang menggunakan distribution channel ini sebagai rantai pemasaran produk mereka.

Gramedia, Tebal halaman 233, Bookpaper, harga Rp 55.000,-

CONSULTANT CHANNEL OF DISTRIBUTION/CONSULTANT DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT/CONSULTANT SETTING CHANNEL OF DISTRIBUTION/CONSULTANT SALES & DISTRIBUTION STRATEGY/DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT CONSULTANT/CONSULTANT ACCOUNT RECEIVABLE SALES FORCE/CONSULTANT CHANNEL OF DISTRIBUTION STRATEGY/CONSULTANT MULTY DISTRIBUTOR/CONSULTANT SALES OPERATION &PLANNING/CONSULTANT CHANNEL OF DISTRIBUTION/CONSULTANT SOP DISTRIBUTOR/CONSULTANT SOP DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT/CONSULTANT KANTOR CABANG PEMASARAN/CONSULTANT SOP KANTOR CABANG PEMASARAN/CONSULTANT SOP OFFICE MARKETING/

Pemasaran produk anda saat ini tidak luas wilayah penjualannya?  Maka volume penjualan anda pasti tidak bisa meningkat. Apakah anda ingin meningkatkan penjualan dengan memperluas pemasaran produk anda? Anda tentunya membutuhkan channel of distribution yang cukup banyak sebagai penyalur produk anda. Ada dua cara dalam memperluas pemasaran produk anda, antara lain:

  • Mendirikan kantor cabang di kota-kota besar untuk perluasan pemasaran anda. Berarti anda butuh investasi mobil delivery, office, gudang, peralaatan kantor, SDM dan sebagainya. Anda perlu menset up-nya agar kantor perwakilan anda effektif.
  • Pilihan kedua adalah membuka pemasaran di wilayah lain dengan bekerja sama dengan distributor local setempat.  Anda membutuhkan distributor-distributor yang bisa bekerja sama dengan anda. Selain membutuhkan seorang representative untuk menghandle distributor anda, anda sekarang membutuhkan infrastruktur/system yang harus dibangun ketika bekerja sama dengan distributor.

Pilihan pertama tentunya anda membutuhkan system kantor cabang yang efektif. Begitu pula untuk pilihan kedua anda juga membutuhkan system yang efektif agar distributor partner kerja sama bisa berjalan dengan lancar.

Siapa yang bisa membantu anda untuk melakukan set up kantor cabang pemasaran anda? Dan siapa yang bisa membantu men set up distributor anda yang ada di Indonesia?

Groedu International adalah consultant di bidang setting channel of distribution yang telah banyak membantu perusahaan yang sedang mengembangkan pemasaran produknya ke seluruh wilayah Indonesia dengan metode & fase konsultasi sebagai berikut:

Fase 1 : Interview/checklist (Visi & Misi perusahaan, target sales, kapasitas produksi)………

Fase 2 :Rencana pembentukan team project…

Fase 3 : Hunting distributor, seleksi profile company, MOU…..

Fase 4 : Implementasi SOP & marketing communication

Fase 5 : Tinjauan management ( perkembangan penjualan, AR, efektifitas program promosi, dan lain-lain ) …………..

ANDA TERTARIK MENGEMBANGKAN WILAYAN PEMASARAN ANDA AGAR VOLUME PENJUALAN MENINGKAT? ANDA BISA HUBUNGI:

FRANS M.ROYAN , SE, MM

GROEDU INTERNATIONAL CONSULTANT

Handphone   : 0818521172

Fax/Telp         : 031-8707679

Email                 : fransmusaroyan@yahoo.com atau groedu@gmail.com

Wesite          : www.groedu.com

Seminar program CRM Yamaha Surabaya

Yamaha cukup smart menyiasati penjualan produk-produknya. Konsumen bukan hanya sebagai pembeli, tetapi perlu diberdayakan dan dididik supaya bisa mandiri dan konsisten dengan kewajibannya. Seminar 3 jam ini memberi bekal penghasilan tambahan bagi customer.

GETTING RICH AS A MARKETER

Orang tua kita selalu menanyakan: apa cita-cita kita? Jawaban yang sering terlontar adalah menjadi dokter atau insinyur (sama seperti yang dikatakan Boneka Susan –Ria Enes). Jarang yang cita-citanya menjadi seorang marketer. Nah, apakah anda belum tahu kalau profesi sebagai marketer bisa sama dengan profesi dokter, Insinyur, Notaris atau yang lain? Di sisi apa ? Disisi penghasilan atau yang lain . . .

Sekarang ini ditengah-tengah kebingungan para fresh graduate mencari kerja, lowongan menjadi pemasar ternyata yang paling banyak di iklan surat kabar. Sayangnya jarang yang berminat untuk melamar lowongan-lowongan itu, padahal kalau diintip gajinya, tentunya gaji marketer bisa diatas rata-rata gaji PNS. Itu baru gaji yang diperoleh belum lagi komisi dan fasilitas yang didapat dari perusahaan. Kalau ditelaah tentunya karier di pemasaran akan lebih menarik jika dibandingkan dengan bidang yang lain.

Selain gaji, komisi dan fasilitas dari perusahaan, ternyata berkarier di pemasaran memiliki dua jalur yang sangat menguntungkan. Jika ingin terus maka jadilah marketer profesional yang bisa kaya raya. Contoh yang paling hot adalah pemasaran gaya internet marketing yang dilakukan Anne Ahira, dengan berbekal Lap Top ia bisa mendapatkan 50.000 Dollar USA per bulan dari aktivitas pemasarannya. Sementara itu jika tidak ingin terus, anda bisa menjadi entrepreneur sejati selepas berkarier di pemasaran.

Karier di pemasaran ternyata banyak ragamnya mulai dari produk consumer good, asuransi, telekomunikasi, perbankan, otomotif, e-commerce sampai dengan MLM bisa dijalani siapa saja yang berminat. Anda bisa intip besarnya gaji marketer dalam buku ini! Serta yang paling jelas jika anda bisa kelola gaji dan komisi, anda bakal bisa kaya raya sebagai marketer!

Buku ini adalah buku wajib yang perlu dibaca oleh calon marketer, orang tua, mahasiswa, para fresh graduate, salesman, sales supervisor, sales manager, marketing manager sampai dengan dosen pemasaran. Karena dalam buku ini memuat peluang karier di pemasaran, kiat meningkatkan karier di pemasaran agar naik gaji, Kiat mendapat dan mengelola komisi, kiat mengembangkan investasi dan jurus mencari pasif in come yang sangat dibutuhkan calon marketer maupun marketer kawakan, tentunya agar menjadi kaya raya!

WAKTU LUANG MENGHASILKAN UANG

”Strategi memilih karier, bisnis, mendapatkan uang melalui pengelolaan waktu luang”

(EFFAR) Waktu merupakan karunia yang tak ternilai harganya. Ia akan memiliki arti jika digunakan sebaik-baiknya, dan akan berlalu begitu saja jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

Buku ini menawarkan tentang pengelolaan dan pemberdayaan waktu agar dapat menghasilkan uang sebagai tambahan penghasilan. Jadi, tidak harus mengganggu atau mengorbankan pekerjaan utama. Namun, boleh jadi hasil sambilan tersebut lebih besar dibanding penghasilan pokok.

Buku ini juga diperkaya pengalaman nyata orang-orang yang benar-benar memanfaatkan waktu luang secara maksimal hingga sukses secara finansial. Waktu akan terus bergerak maju, tak akan berulang. Anda tentu tak ingin membiarkan waktu berulang begitu saja, yakni dengan menyikapinya secara bijaksana menurut manajemen waktu. Sebelumnya bacalah buku ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.