IDE DITEMUKANNYA BAND AID


“Sebagian besar penemuan terinspirasi oleh kebutuhan pribadi.”

IDE MENEMUKAN PRODUK BARU

IDE MENEMUKAN PRODUK BARU

Di awal tahun 1900-an, Nyonya Earl Dickson yang baru menikah tidak cukup berpengalaman dalam memasak, dan dia sering terluka atau melepuh di dapur. Earl Dickson bekerja di Johnson & Johnson Company, yang pada waktu itu membuat sebagian plester untuk pembedahan di Amerika. Dickson menjadi sangat sering membalut tangan istrinya dengan lipatan kain kasa dan plester sehingga dia menjadi ahli. Dia menyadari bahwa bila dia dapat menyiapkan plester yang dapat digunakan sendiri oleh istrinya, dia tidak perlu merasa khawatir bahwa istrinya mungkin terluka, dan tidak ada orang didekatnya yang dapat membantu. Jadi, Dickson mulai mencoba-coba. Dia memikirkan bahwa bila kain kasa yang sudah dilipat dan plester digabungkan, istrinya akan dapat merekatkan sendiri plester itu dengan satu tangan. Oleh karena itu, dia menyiapkan sepotong plester Johnson & Johnson dan meletakkannya di atas meja, dengan bagian yang lengket menghadap ke atas. Berikutnya dia mengambil sepotong kain kasa, melipatnya, dan meletakkannya di tengah plester. Namun ada masalah. Menyiapkan pembalut lebih dahulu berarti bahwa bagian yang lengket dari plester dibuka dari gulungannya, sehingga bagian itu terbuka, yang akan mengering bila dibiarkan terlalu lama. Dickson mencoba berbagai jenis kain untuk menutupi bagian plester yang lengket, berharap menemukan jenis yang tidak terlalu sulit untuk dipisahkan dari plester ketika diperlukan. Crinoline, kain yang serupa satin, amat cocok. Ketika Ny.Dickson yang cenderung mengalami kecelakaan benar-benar terluka, dia hanya perlu melepaskan crinoline dan menutup lukanya dengan penemuan suaminya yang cerdas.

Perban siap pakai yang disiapkan Dickson adalah awal dari kariernya yang meningkat di perusahaan Johnson & Johnson. Ketika eksekutif perusahaan melihat ide barunya, mereka sangat menyukainya untuk memperkenalkan perban berperekat yang siap digunakan sebagai produk baru Johnson & Johnson. Perban itu dijual tanpa nama merek sampai tahun 1920, ketika W. Johnson Kenyon, supervisor pabrik, menyarankan nama “bandaid”-“band” untuk potongan plester, dan “aid” untuk pertolongan pertama. Akhirnya, nama Band-Aid diberikan pada semua jenis produk pertolongan pertama dan plester untuk pembedahan yang diproduksi oleh Johnson & Johnson, dan nama Band-Aid menjadi sinonim dengan perban atau plester. Earl Dickson dianugerahi beberapa promosi atas segala usahanya; pada waktu dia pensiun di tahun 1957, dia menjabat sebagai wakil direktur utama Johnson & Johnson Company dan mungkin mampu mengajak istrinya makan malam di luar rumah!

Sumber : Tentang penciptaan, Steven Caney