SOFTWARE UNTUK MANUFACTURING TERKINI


“Software Manufakturing Call Me di 0818521172/031-33311179

1. Pogress Brosur Mfg rev5 (luar)2Sebelum kita membahas mengenai industri manufaktur, ada baiknya jika kita mengenal terlebih dahulu manufaktur itu sendiri. Istilah manufaktur berasal dari dua kata dari bahasa Latin. Dua kata latin ini ialah manus dan factus. Manus berarti tangan dan factus adalah mengerjakan. Dari pengertian secara singkat di atas, dapat disimpulakan bahwa manufaktur adalah mengerjakan dengan tangan atau proses pembuatan suatu produk dengan menggunakan tangan.

Saat ini industri manufaktur lebih dikenal dengan arti proses pembuatan produk dengan bantuan mesin dan pengontrolan atau bahkan dikerjakan secara otomatis sepenuhnya. Akan tetapi, proses produksi tersebut melalui pengawasan secara manual.

Istilah manufaktur seringkali disamakan dengan proses produksi. Hal ini tentu lah suatu anggapan yang salah. Produksi memiliki arti yang lebih luas dari manufaktur. Produksi bisa diartikan sebagai proses pengolahan bahan baku menjadi sebuah produk. Produk-produk ini bisa berupa produk gas, cair, atau pun padat. Contoh dari suatu produksi adalah produksi gas alam, produksi minyak bumi, produksi pesawat terbang dan lain sebagainya.

Manufaktur sendiri lebih diartikan sebagai suatu proses pengolahan bahan baku menjadi suatu produk dalam bentuk padat. Contoh dari manufaktur ini bisa berupa manufaktur pesawat terbang dan bentuk manufaktur lainnya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa industri manufaktur dapat didefinisikan sebagai proses secara teknik dan secara ekonomisnya.

Industri Manufaktur dan Produk

Industri terdiri atas perusahan dan organisasi yang dapat menghasilkan atau mensuplai barang-barang dan jasa. Industri manufaktur atau dalam bahasa Inggris disebut The Manufacture Industries merupakan industri yang menghasilkan bahan baku yang dapat dijadikan bermacam-macam bentuk atau model dalam suatu produk. Produk-produk ini bisa berupa produk yang berupa setengah jadi mau pun berupa produk jadi. Pada umumnya, industri dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Industri Primer merupakan industri yang mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam. Industri primer biasanya terdiri atas pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, perminyakan dan lain sebagainya.
  • Industri Sekunder merupakan industri yang mengolah hasil dari industri primer menjadi barang-barang yang siap konsumsi dan barang-barang kapital. Kegiatan utama dalam indsutri sekunder ini ialah manufaktur yang termasuk di dalamnya berang-barang keperluan kontruksi dan daya. Industri sekunder ini biasanya terdiri atas logam dasar, automotif, bahan bangunan, komputer, elektronik, dan lain sebagainya.
  • Industri Tersier merupakan industri yang bergerak dalam bidang pelayanan perekonomian, seperti perbankan, komunikasi, pendidikan, hotel, asuransi, restoran, dan lain sebagianya.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa industri manufaktur tidak hanya bergerak di bidang produk-produk. Produk-produk yang dihasilkan dalam sebuah industri manufaktur biasanya selalu menjadi produk yang dikonsumsi secara umum. Sehingga dapat dipastikan semua produk yang kita pakai sehari-hari merupakan barang yang diproduksi oleh industri yang berkaitan dengan manufaktur.

Produk dalam Industri Manufaktur

Produk merupakan hasil akhir dalam sebuah proses perindustrian. Produk ini dibuat dalam industri dengan membaginya ke dalam dua kelas utama. Dua kelas utama ini ialah costumer goods dan capital goods.

Costumer goods merupakan produk-produk yang dibeli langsung oleh konsumen dan digunakan untuk keperluan pribadi. Contoh dari produk costumer goods ini seperti mobil, komputer personal, televisi, radio, laptop dan lain sebagainya. Dan untuk capital goods merupakan produk-produk yang dibeli langsung oleh perusahaan dan selanjutnya menghasilkan barang-barang atau pelayanan yang dibuat di perusahaan tersebut. Contoh dari capital goods ini seperti mesin perkakas, main frame komputer, peralatan kontruksi, dan lain sebagainya.

Setelah bisa menghasilkan suatu produk dalam industri tersebut, tentu akan menghasilkan jumlah produksi dan variasi produksi yang dihasilkan. Produk yang terdiri atas berbagi variasi produk dan jenis yang berbeda-beda biasanya dibuat dalam jumlah kecil atau menengah. Semakin tinggi variasi suatu produk maka akan semakin rendah jumlah produksi yang akan dibuat. Dan sebaliknya, semakin rendah variasi produk maka akan semakin tinggi jumlah produksi yang akan dibuat oleh suatu perusahaan.

Variasi yang ada dalam suatu produk biasanya terbagi atas dua kelompok, yaitu:

  • Variasi produk lunak atau soft product variety. Dalam tipe variasi produk ini menjelaskan bagaimana perbedaan antara variasi produk yang dibuat kecil. Dalam hal ini, suatu produk dihasilkan dari pabrik yang sama akan tetapi ada perbedaan di antara kedua produk tersebut. Contohnya perbedaan antara mobil sedan Toyota Corolla dengan mobil sedan Toyota Corona bahwa keduanya dihasilkan dari perusahaan yang sama akan tetapi ada beberapa part yang membedakan kedua jenis mobil sedan tersebut.
  • Variasi Produk Keras atau hard product variety. Dalam variasi produk keras atau hard product variety, terdapat perbedaan antara variasi produk yang dibuat besar dalam suatu perusahaan. Dalam variasi produk yang satu ini biasanya jarang ditemukan produk yang menggunakan part-part yang sama antara produk satu dengan produk yang lainnya, seperti perbedaan antara mobil sedan dengan mobil truk.

Kemampuan dalam Industri Manufaktur

Dalam sebuah perusahaan industri, tentu ada suatu cara dalam mengukur kemampuan manufaktur tersebut. Untu mengukur kemampuan manufaktur tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut;

  • Kemampuan pemprosesan teknologi atau technological processing capability merupakan kemampuan suatu perusahanan untuk memproses suatu jenis material dengan keunggulan keompetitif. Kemampuan ini juga termasuk dalam keahlian merencanakan personal dalam proses teknologi tersebut.
  • Limitasi fisik produk atau phisical product limitations merupakan kemampuan untuk memproduksi berdasarkan berat, ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatan suatu produk. Kemampuan ini termasuk juga keahlian merencanakan personal dalam memproses dengan teknologi yang digunakan.
  • Kapasitas produksi atau production capacity merupakan batasan mengenai kemampuan berapa banyak jumlah produk yang dapat dihasilkan atau diproduksi dalam suatu periode waktu tertentu. Biasanya kapasitas produksi ini disebut juga dengan plant capacity atau productin capacity. Kapasitas produksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah shift per minggu, jumlah jam per minggu, dan tenaga kerja langsung yang diperlukan dalam memproduksi suatu produk tersebut.

Dengan melihat beberapa hal di atas maka suatu perusahaan dapat menentukan atau memperkirakan jumlah barang yang dapat diproduski dalam jangka waktu tertentu.
Proses-proses dalam Industri Manufaktur

Dalam pembuatan suatu produk, tentu ada beberapa cara untuk menghasilkan produk yang diinginkan tersebut. Beberapa pemprosesan yang umumnya digunakan dalam suatu produksi terbagi menjadi beberapa pengoperasian, yaitu sebagai berikut;

  1. Operasi Pemprosesan atau Processing Operations

Operasi pemprosesan ini mengubah suatu bahan baku dari suatu bentuk ke bentuk yang lainnya. Hasil pembentukkan ini diubah menjadi bentuk yang mendekati bentuk akhir yang diinginkan. Hal ini akan menambah nilai akhir dalam pengubahan geometri, sifat-sifat, mau pun penampilan kerja suatu produk tersebut. Proses-proses dalam operasi ini ialah sebagai berikut:

  • Proses pembentukkan atau shaping processes
  • Proses untuk memperbaiki sifat-sifat atau property enchancing processes
  • Operasi pemrosesan permukaan atau surface processing operations.
  1. Operasi Perakitan atau Assembly Operations

Operasi perakitan atau assembly operations merupakan proses produksi untuk menyambung atau menyatukan dua atau lebih komponen-komponen untuk menghasilakn suatu produk yang utuh. Operasi perakitan ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut;

  • Proses penyambungan permanen, seperti pengelasan besi, pembrasingan dan penyolderan dalam perangkat listrik, dan adhesive bonding.
  • Proses penyambungan mekanik, seperti pengencangan dengan ulir (sekrup, mur atau baut) pengencangan permanen (rivet, press fitting, dan lain sebaginya).

Demikian lah pembahasan mengenai industri manufaktur yang dapat dijelaskan. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan kita mengenai pengetahuan umum khususnya dalam pengetahuan perindustrian. Selebihnya untuk mendukung kegiatan industri manufaktur, tentunya dibutuhkan tools yang mengintegrasikan semua bagian proses dalam industri manufaktur agar kinerja industri manufaktur menjadi lebih efektif dan efisien. Ada satu software industri manufaktur dengan nama “Fina Manufaktur” yang terintegrasi dengan aktivitas pemasaran produk dari gudang barang jadi industri manufaktur sampai dengan konsumen akhir. Dimana Fina software untuk manufaktur tersebut memiliki keungulan antara lain :

  1. Mudah digundakan bahkan oleh para operator manufaktur.
  2. Terintegrasi dengan Fina business dan accounting software ( software yang digunakan untuk melakukan pencatatan yang terolah secara automatis pada proses supply chain management, sampai dengan distribusi finish goods sampai konsumennya)
  3. Software yang flexible dan waktu implementasi yang cukup singkat.

Penggunaan software Fina manufaktur tentunya untuk membantu disemua sektor industri manufaktur untuk bekerja lebih efektif dan efisien sehingga hasil produksi dapat meningkat dan memenuhi permintaan pasar sesuai target marketnya.

Untuk mengetahui software manufaktur lebih lanjut silahkan kunjungi web : http://www.softwareaccountingsurabaya.com atau kontak kami di 0818521172/031-33311179/ 081252-98-2900. Atau email ke : groedu@gmail.com.