DAMPAK BURUK MAKRO EKONOMI BAGI PERUSAHAAN


2015-09-12 15.39.26Ada dua dampak buruk bagi ekonomi makro yang buruk, khususnya bagi perusahaan yang bergerak di bidang produk dan jasa yang melayani konsumen kelas premium. Atau produk bukan kebutuhan primer melainkan kebutuhan sekunder. Dampak buruk tersebut antara lain yang berkaitan dengan penjualan dan penarikan uang ke pelanggan yang metode penjualannya dengan cara kredit.

Untuk dampak yang pertama tentu saja dapat mengakibatkan perusahaan terpuruk dengan penjualan semakin turun sementara biaya tetap. Oleh sebab perusahaan akan berusaha mempertahankan penjualan minimal dimana perusahaan tidak merugi. Tetapi bagi perusahaan yang penjualannya sudah sangat turun tentu saja bisa merugikan perusahaan. Sementara biaya operasional tetap  namun pendapatan belum mencukupi untuk menutupi biaya operasional yang tetap tersebut.

Lalu, apabila perusahaan memberikan kredit kepada customer tentu saja memunculkan masalah baru, yaitu pembayaran yang molor. Hal ini tentu saja sebagai efek domino, sehingga customer yang menerima kreditpun kesulitan dalam membayar piutang penjualannya kepada produsen akibat ia juga dibayar molor oleh pelanggannya. Efek berantai ini tentu saja menjadikan sulitnya perusahaan dalam mengelola manajemennya.

Lalu apa yang mesti dilakukan dalam kondisi tersebut?

  1. Cek kembali kondisi perusahaan dari berbagai sudut. Khususnya bagian-bagian yang tidak efisien mulai direkayasa ulang agar efisien. Bentuk rekayasanya adalah dengan melakukan audit internal disemua bagian. Melihat flow proses bisnis, peninjauan ulang indicator penilaian kinerja apakah perlu direvisi, mengecek kembali metode penjualan apakah dipertahankan dengan kredit atau tunai saja, fungsi-fungsi dalam organisasi bagaimana apakah karyawan terlalu banyak , atau beban kerja yang tidak merata sehingga kelebihan orang atau beban kerja yang tidak seimbang.
  2. Cek kembali support administrasi perusahaan selama ini, apakah masih pakai manual atau sudah menggunakan software. Apabila masih manual, maka perlu dipertimbangkan untuk membuat terelektronik sehingga pekerjaan dapat efektif dan tidak perlu karyawan yang begitu banyak. Karyawan yang begitu banyak tentu saja menjadi beban bagi perusahaan di kala sedang kesulitan seperti sekarang.
  3. Cek kembali produk-produk yang dikembangkan selama ini, apakah ada produk yang masih belum sempurna sehingga tidak dilempar ke pasar. Kalau memungkinkan apakah produk-produk itu akan dikembangkan lebih lanjut tentunya demi serapan pasar.
  4. Cek kembali mitra kerja sama yang ada sekarang ini, apakah masih ada yang tidak efektif. Jika ada yang tidak efektif mulailah merencanakan ulang agar perusahaan tetap bertahan di masa sulit seperti ini. Memperbaiki akan lebih baik dari pada tidak sama sekali. Oleh sebab itu perlu refleksi diri akan bisnis yang sedang kita jalankan agar tidak tambahan terpuruk.
  5. Cek kembali hal-hal lainnya yang membebani perusahaan sehingga perusahaan menjadi kegemukan, lamban dan tidak efektif. Kalau posisi masih surplus perputaran bisnis perusahaan tidak terasa bermasalah akan tetapi sebernya kalau diselidiki ternyata banyak hal yang tidak nampak tetapi perlu diperbaiki.

Poin-poin tersebut akan membantu mengatasi badai keterpurukan ekonomi. Serta badai akan berlalu apabila kita mulai banyak mengurangi hal-hal tidak penting dan meningkatkan proses-proses yang ada di perusahaan sehingga diperusahaan telah siap menangkap peluang dimasa mendatang.