KIAT SUKSES MENGELOLA MANAGEMEN BISNIS DISTRIBUTOR MILIK KELUARGA


Pada akhir-akhir ini tidak menutup kemungkinan perusahaan distribusi atau distributor generasi pertama sudah beralih ke generasi berikutnya. Masalah yang sering dihadapi, ternyata managemen distribusi bisnis keluarga ini tidak efisien  bahkan merugi karena masalah operasional yang tidak efektif. Dalam buku yang berjudul “strategi melipat gandakan keuntungan distributor” disebutkan operasional distributor yang tidak efisien adalah karena banyaknya biaya-biaya yang tidak pada tempatnya yang tidak dapat dikendalikan oleh pengelola distributor, sehingga banyak kerugian yang harus ditanggung oleh distributor.

Generasi pertama mengira distributor selalu untung sebab mereka menghitung keuntungan distributor dengan acuan omzet penjualan dan celakanya ini diajari oleh principal, tanpa menyinggung mengenai biaya operasional yang sangat detail, misalnya sampai biaya ganti ban kendaraan yang dilakukan secara berkala dan itu sangat mahal. Nah, kekurang tepatan perhitungan ini menyebabkan Distributor yang tidak diurus dengan cermat akhirnya bangkrut. Banyak sekali contoh distributor pada akhirnya bangkrut setelah melewati usianya 5 tahun beroperasional. Seperti yang diketahui keuntungan distributor maksimal 12% untuk produk-produk FMCG, untuk produk obat herbal berkisar 50%, tetapi semua diskon akan dikeluarkan untuk toko, begitu pula untuk distributor kosmetik, yang diskonnya dari pabrik sekitar 35% tetapi tidak semuanya diambil distributor. Distributor maksimal hanya mendapatkan 10% bahkan 6% saja. Itu keuntungan beruto, belum netto. Itulah yang membuat Distributor semakin berat dalam menjalankan roda usahanya jika tidak cermat berhitung.

Untuk generasi yang kedua atau ke tiga sebaiknya cermat dalam mengelola distributor ini. Jangan biarkan semua berjalan tidak efisien, nah agar distributor kita efisien dibawah ini terdapat tips mengelola manajemen distributor yang merupakan bisnis keluarga antara lain :

  1. Cek kembali produk-produk yang sekarang ini dipasarkan oleh distributor. Apabila produk tidak memberikan kontribusi keuntungan yang cukup baik sebaiknya segera mencari produk pengganti agar distributor tidak tambah terpuruk.
  2. Cek kembali produk-produk keluaran principal yang cara pembayarannya rada longgar, jika produknya kurang begitu jalan atau diterima pasar tetapi pembayaran sangat ketat, sebaiknya evaluasi principal yang seperti ini sebab kalau diikuti maka akan mengganggu cash flow perusahaan.
  3. Cek jumlah sales people yang ada apakah sudah pas atau berlebih. Buatlah jumlah sales people ini tidak terlalu banyak tetapi pas sehingga efektif sekali dengan jumlah produk yang dijual. Ada beberapa principal tertentu yang mintanya sales peoplenya exclusive sehingga menambah biaya perusahaan apalagi jika produk secara omzet tidak masuk hitungan standard cost rasionya. Pakailah sales people yang bisa mix sehingga terdapat penghematan biaya.
  4. Lakukan mapping wilayah penjualan sesuai dengan sals people dan kemampuan armada pengiriman menjangkau wilayah, apabila terlalu lebar maka bisa menambah biaya di bahan bakar, pengiriman terlambat dan kacaunya rute kunjungan sales peolpe.
  5. Pakailah software yang cukup baik untuk perusahaan sehingga semua biaya dapat dihitung pada akun-akun yang benar serta laporan keuangan, rugi dan laba bisa nampak setiap bulannya. Apabila distributor masih manual maka akan sangat berbahaya untuk kelansungan hidup distributor.
  6. Upayakan distributor mulai menggunakan manjemen modern dengan membuat struktur organisasai yang benar, ada job description, SOP, format-format yang dibutuhkan, dengan demikian distributor bisa berjalan dengan sistematis. Apabila hal ini tidak sanggup dikerjakan carilah konsultan distribusi yang akan membantu pekerjaan ini,

Poin-poin diatas adalah langkah-langkah yang bisa dipraktekan. Jika dengan artikel ini masih membutuhkan bimbimngan lebih dalam bagaimana mengelola manajemen Distributor lebih baik dan modern, silahkan hubungi 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com, konsultan kami siap membantu. ( penulis : Frans M. Royan, SE,MM adalah konsultan menajemen distribusi yang telah membimbing ratusan klien sejak tahun 2005)